Larangan Yang Tak Boleh Dilakukan Saat Berkunjung Ke Pura Lepuyangan

Posted by Labels: at

Sebab mayoritas beragama Hindu, pura jadi tempat ibadah yang pasti saja tak sedikit kalian temui di Bali. Tapi salah satu yang paling indah dan bikin orang jatuh hati merupakan Pura Lempuyangan di Bunutan, Abang, Kabupaten Karangasem. Gagahnya Gunung Agung bakal menjadi latar gambarmu, ditambah cahaya matahari saat golden hour menjelang senja dan subuh. Keren banget!

Dan ada berbagai pantangan yang wajib pengunjung patuhi semacam tak boleh mengatakan kasar dalam perjalanan menuju lokasi, orang cuntaka alias orang berduka (semacam keluarga meninggal), wanita yang sedang haid, menyusui, anak kecil yang gigi susunya belum tanggal sebaiknya tak diajak mengunjungi pura, dan tak boleh mengangkat alias makan daging babi di lokasi.

Sebab lokasi Pura Luhur Lempuyangan sangat suci, masyarakat Hindu yang hendak bersembahyang juga wajib tulus ikhlas dalam berdoa dan konon kata “lelah” pantang diucapkan di sini. Sementara bagi para wisatawan, pura ini juga menjadi tantangan tersendiri. Khususnya sebab untuk menuju ke sana, wisatawan diwajibkan untuk menaiki ribuan anak tangga.

Pura Luhur Lempuyangan berasal dari kata lempuyang yang berarti lampu, sinar dan hyang untuk menyebut Ida Shang Hyang Widhi. Dari kata tersebut jadi lempuyang mempunyai makna sinar suci Ida Shang Hyang Widhi yang bersinar terang.

Di Pura Luhur Lempuyangan tersedia suatu  Stana Dewa alias pelinggih yang dinamakan Tirta Pingit. Tirta Pingit ini merupakan air suci yang berasal dari tiga buah rumpun bambu. Apabila pemedek (umat Hindu) ingin memperoleh tirta alias air suci ini maka para pemangku (orang suci) bakal memotong batang bambu dari rumpun itu.

Kemudian dari batang bambu tersebut bakal keluar air. Air yang keluar  itulah yang dinamakan Tirta Pingit. Pelinggih Tirta Pingit ini terletak diantara rerumpunan bambu yang tumbuh di puncak pada lokasi Pura Luhur Lempuyangan.
Back to Top